TB-TK Sukapirena dan SD Yuwati Bhakti Rayakan Imlek 2026

Bulan Februari 2026, masyarakat Indonesia merayakan 3 hari besar dalam 3 hari berturut-turut, yakni Imlek (Tahun Baru Cina), Rabu Abu (awal masa Prapaskah bagi umat Kristiani), dan Ramadan (awal puasa bagi umat Muslim). Tentu ini merupakan momentum bersejarah yang layak diabadikan sebagai bukti tingginya toleransi di Indonesia yang beraneka ragam agama dan budaya.

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti memaknai momentum ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan rasa solidaritas dan toleransi di kalangan para siswa. Secara khusus, TB-TK Sukapirena dan SD Yuwati Bhakti merayakan hari Raya Imlek di satuan pendidikan masing-masing pada hari Jumat, 27 Februari 2026. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kekompakan, kekeluargaan, dan mempererat tali persaudaraan antar sesama warga sekolah serta menambah wawasan tentang budaya masyarakat Tionghoa.

Di TB-TK Sukapirena, orang tua siswa diundang untuk turut hadir merayakan Imlek yang diawali dengan menari bersama, pentas seni dari tiap kelas, cerita 12 shio oleh Miss. Rani,  Fashion Show bernuansa Imlek, penampilan barongsai oleh Eiji, Kydeen (peserta didik TK), makan bersama,  pembagian angpau dan bingkisan Imlek, dan terakhir foto bersama di panggung.

Di SD Yuwati Bhakti, kegiatan yang bertema “Langkah Tangkas Kuda Api: Beradu Cerdas, Berkarya Tanpa Batas” inidiawali dengan Nobar (Nonton Bareng) yakni sesi audio-visual edukatif yang mengajak siswa untuk memahami asal-usul hari Raya Imlek melalui tayangan video pendek yang menarik dan interaktif. Pada kegiatan ini, siswa belajar tentang legenda Nian, makna di balik tradisi merah-emas, hingga filosofi mendalam dari Shio Kuda Api yang menjadi ikon utama di tahun 2026.

Setelah nobar, mereka berlomba mendekor kelas bertema Imlek. Mereka boleh menghias kelas dengan pernak-pernik Imlek semeriah mungkin.  Kelas yang paling meriah dan sesuai dengan tema Imlek akan menjadi juara dan berhak mendapatkan hadiah dari panitia.  Tentu saja, mereka bersemangat menghias kelas bersama wali kelas masing-masing. Berikutnya adalah lomba Battle of Brains (edisi Imlek). Ini adalah ajang adu ketangkasan berpikir, kecepatan menjawab, dan kerja sama tim dalam memecahkan berbagai tantangan pengetahuan. Lomba ini tidak hanya menguji wawasan umum, tetapi juga pemahaman siswa mengenai budaya, tradisi, dan filosofi Shio Kuda Api. Setiap kelas mengirimkan 2 wakilnya untuk menjadi peserta dan memperebutkan hadiah dari panitia.

Pembagian angpao dan bingkisan Imlek merupakan acara penutup. Hal ini bukan sekadar pemberian materi, melainkan wujud penyaluran energi positif dan kasih sayang. Setiap elemen dalam bingkisan dipilih karena memiliki makna keberuntungan (hoki) yang mendalam untuk menyambut tahun 2026. Faktanya, mereka pun meninggalkan sekolah dengan tersenyum bahagia membawa bingkisan berwarna merah. Selamat Imlek, semoga semakin sejahtera.

Agnes Tri Maryunani – Kampus Ursulin Yuwati Bhakti 2026