Siswa-Siswi Yuwati Bhakti Berbagi Takjil

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, pada tanggal 11 Maret 2026, Kampus Yuwati Bhakti mengadakan acara berbagi takjil kepada para pejalan kaki dan pengendara bermotor yang melintasi Jalan Suryakencana Nomor 39, tepatnya di depan pintu gerbang Kampus Yuwati Bhakti. Sebanyak 300 porsi kolak dan bubur sum-sum habis dibagikan mulai pukul 15.30 – 15.45 WIB.  

Siswa-siswi TB-TK Sukapirena, SD dan SMP Yuwati Bhakti didampingi para guru, karyawan dan para Suster Ursulin Sukabumi telah siap di halaman kampus sejak Pkl.15.00 WIB. Dengan penuh semangat dan senyum bahagia, mereka membagikan satu persatu, takjil yang telah dimasak dan dipersiapkan dengan sepenuh hati oleh para suster dan karyawan Kampus Yuwati Bhakti sejak pagi hari itu.

Kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadan telah menjadi tradisi yang terus-menerus,  dikembangkan, diperbarui di Kampus Yuwati Bhakti (YB) sebagai wujud dukungan seluruh warga kampus, kepada saudara-saudari umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa.  Setelah berbagi takjil, Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU, selaku Ketua Yayasan Yuwati Bhakti juga mengundang seluruh siswa-siswi dan pegawai Kampus Yuwati Bhakti yang Muslim bersama keluarga untuk hadir dalam acara Bukber (Buka Puasa Bersama) di aula kampus.  Menjelang waktu berbuka, Bapak Deden Jamaludin, S.Pd.I, salah seorang pemuka agama asal Sukaraja, yang diundang untuk memberikan tausiah sore itu, menjelaskan kepada para hadirin arti berpuasa, hal-hal yang dapat membatalkan puasa, hingga contoh sikap yang bisa menghilangkan pahala puasa. Untuk itu, beliau mengajak seluruh hadirin, agar masa puasa ini bukan hanya mengendalikan diri dalam hal makan dan minum, tapi juga sikap-sikap yang bisa menghilangkan pahala puasa seperti bergosip, berbohong, atau menghina orang lain. Sebaliknya, masa ini dijadikan kesempatan untuk berbuat baik bagi sesama. 

Senada dengan yang disampaikan oleh Pak Deden, Sr. Biastuti, OSU pun menyampaikan bahwa saat ini, puasa  umat Katolik  juga sedang berlangsung (masa prapasakah) dengan  cara berpuasa yang berbeda. Meskipun demikian, ada persamaan dalam hal pengendalian diri dari makan, minum, dan perilaku yang kurang bermanfaat atau merugikan orang lain, mengurangi rasa marah, menyebar fitnah, dsb. Sebaliknya, orang berpuasa diharapkan memperbanyak perilaku yang bermanfaat dan membahagiakan sesama.  Harapan dari Sr. Biastuti, dengan adanya berbuka puasa bersama, kita bisa lebih meningkatkan suasana kasih dan persaudaraan sebagai umat Allah.

Ketika waktu berbuka puasa  tiba, para hadirin segera dipersilakan menuju ke tempat konsumsi. Mereka dipersilakan menyantap makanan dan minuman yang terhidang sambil mengobrol di sepanjang lorong dan lapangan basket yang telah ditata di bawah sinar rembulan yang memesona di malam itu. Bagi umat Muslim yang ingin menunaikan ibadah Sholat Maghrib, panitia menyiapkan tempat dan petugas untuk menfasilitasi mereka. Seluruh acara yang telah dipersiapkan dengan sangat baik ini, selain bentuk dukungan juga sebagai wadah melatih siswa-siswi untuk peduli kepada sesama, menghargai keberagaman, dan meningkatkan toleransi antar umat beragama. Selamat menunaikan ibadah puasa. 

Ditulis oleh Kimberly Kusnady (V) dan Agnes Tri Maryunani